Pindah Kampung
Ehem, mulai sekarang (actually sejak setaun stengah lalu) saya sudah pindah blog ke http://duabadai.multiply.com
Jadi ya kesana aja kalo mau, ngapain juga masih berkunjung ke sini... *dibaca dengan nada meninggi*
;p
Ok guys, ditunggu!
Ehem, mulai sekarang (actually sejak setaun stengah lalu) saya sudah pindah blog ke http://duabadai.multiply.com
Jadi ya kesana aja kalo mau, ngapain juga masih berkunjung ke sini... *dibaca dengan nada meninggi*
;p
Ok guys, ditunggu!
...mmh artinya apa seh? sumpeh tuh lagu enak banget buat jojing!
^_^
hints: buat yang ngaku anak gaoel pasti tau lagu yg gw maksud...
Sabtu pagi, di rumah kawan, ketika kami bersiap hendak berangkat, sang pembantu melaporkan bahwa kaki sang sopir meletus. Tak ayal kami mengernyitkan kening. Meletus? Kena ranjau darat?
Setelah ditanyakan langsung pada sang sopir, ternyata letusan itu hanya ‘bisul besar di kaki’-nya yang pecah berdarah dan bernanah. Alih-alih ditutup dengan perban ber-antiseptik, sang sopir hanya mengenakan kertas karton bekas kalender yang dibebatkan di kakinya dengan karet gelang.
Belum juga habis rasa takjub kami, sang pembantu kembali berpesan bahwa dia minta dibelikan kram. Kram? Gak salah dengar neh?
“Iya kak, kram buat kamar mandi.”
Ooo… keran maksudnya? Ya udah, berarti nanti sekalian mampir ke Ace Hardware aja deh. Dan sepertinya harus singgah di Dunkin Donuts juga karena sang pembantu menyatukan ujung jempol dan telunjuknya membentuk lingkaran sebelum kami berangkat, memberi isyarat agar dibawakan oleh-oleh donat.
“Wah, kalo gitu gw mo ngajarin pembantu elo isyarat lain supaya dibawain Bread Talk misalnya...,” sahutku spontan. Kawanku langsung protes gak setuju.
Kemudian sepanjang perjalanan dia pun bercerita tentang pembantunya yang lugu itu, yang masih buta huruf, yang masih kesulitan berpadanan kata sesuai kaidah EYD. Bodoh? Ya. Bodoh karena belum tahu atau tidak tahu. Bodoh bukan karena tolol, tapi karena belum belajar atau menjalaninya.
Seperti kawanku yang bisa dibilang bodoh dalam software programming, atau aku yang bodoh berbahasa Jerman misalnya. Bodoh bukan karena goblok, tapi karena kami tidak berkesempatan mempelajarinya.
In this case, looks like every human is bodoh :P
Tiba-tiba kawanku meringkuk memegang kakinya. Aku langsung kaget.
“Kenapa kaki lo? Jangan bilang kaki lo meletus juga!”
“Kaki gw kram, bodoh!”
Ooo…
Thu 050630 - DISASTER
[01] hujan derrras
[02] jakarta banjir dunk
[03] janji ketemuan batal :(
[04] sebagian jalan gelap mati listrik
[05] macet parrrah
[06] kendaraan keblokir banjir
[07] t'paksa muter jalan kaki [sepatu basah kuyup smp kaos kaki]
[08] kamar kost bocor
[09] kasur basah
[10] gas kompor abis
[11] dispenser rusak
[12] gelar bed cover di lantai
[13] tidur kelaparan & kedinginan
Fri 050701 [part 1] - LIVING A POOR LIFE
[01] Balas dendam tidur di kamar teman seharian [bolos... bolos dah!]
[02] Masih belum makan [ngemil coklat doang]
[03] Mutih [minum air putih banyak2]
[04] Kesepian
[05] kontakin teman2 tapi pada sibuk semua
[06] keluh... [where are you when i need you guys?]
[07] Akhirnya jalan sendiri cari makan [matahari sudah di ufuk barat]
[08] Akhirnya memutuskan ke Pesta Buku sendiri
Fri 050701 [part 2] - FINALLY, A GOOD ENDING!
[09] Eh ketemu Maria dan teman2 baru
[10] Dari Istora akhirnya rame2 ke Plangi
[11] 12 orang kumpul satu meja di Soho
[12] malah main kartu ngalahin kehebohan Indonesian Idol on the screen
[13] bubar menjelang midnight
Sat 050702 - LARIS MANIS
[01] Anton minta ditemenin jalan [looking for stuff for his engagement]
[02] sampe lupa kalo diajakin Marcia buat charity bareng anak2 d'hardrockaz
[03] janji sama Tom kalo mlm gak ada acara gw bakal kontak lagi buat hang out
[04] Betty minta ditemenin ke Pesta Buku
[05] QQ ngajak ketemuan nanti sore
[06] Arvie ngajak hunting foto ke Bogor
[07] Alex ngajak ke acara ultah, malah titip beliin kado segala
[08] Diana ngajak jalan, malah bela2in mau jemput gw segala
[09] Maria nanya apa rencana gw malam ini [hmm... I wonder why]
[10] Joy ngajakin ke Pesta Buku sekalian hunting foto
[11] Yadi ngajak dugem
[12] Dicky ngajak nonton The War Of the Worlds... tapi di Bandung!
[13] Menutup hari sesuai lagu tema kali ini:
"so little time so little time so frustrated" [Simply Being Loved by BT]
Sun 050703 - LIVING A RICH LIFE
[01] Bangun tidur langsung hunting foto
[02] nongkrongin home-theater
[03] mau berangkat bingung pake mobil yang mana
[04] pada gak mood nyetir [tapi akhirnya Arthur ngalah, thanx pal!]
[05] Hanggar Teras, beli koi dan teman2nya
[06] Aksara, kagum aja pas liat organizer ala Andy Warhol. Keren cing!
[07] Debenhams, beli kado buat ponakan, kalo gak diskon udah gesek enam digit tuh
[08] Sogo, cuma beli A Mild
[09] Chopstix, rebutan lumpia Vietnam
[10] BreadTalk, gak lupa blueberry cheesecake dunk
[11] hari ini yg punya kartu Mandiri pada bete krn gak bisa dipake dimana2
[12] nongkrongin home-theater lagi
[13] What a day! Demikian cuplikan akhir pekan gw bersama bbrp teman dekat [note: khusus hari ini gw cuma jadi pengamat, bukan pelaku!]
.....
Aku tidak mau begitu pada orang lain karena tidak ingin orang lain begitu padaku.
Tapi kenapa ada saja orang lain yang begitu padaku padahal aku tidak begitu pada mereka?
.....
[SEBUAH PERTANYAAN TENTANG HIDUP by me]
“So, kapan jadwal QC ke CGK?”
“Senin-Selasa depan. All day.”
“Okay.”
IT WAS OUR PLAN A WEEK BEFORE. TUGAS SERU BERSAMA TIM QUALITY CONTROL KE BANDARA SOEKARNO/HATTA. SEGALANYA SUDAH TERJADWAL DAN TAMPAK TERKENDALI... BELUM TAU AJA…
>>SENIN
JREEENG! Panggilan meeting di pagi hari mengharuskan saya melaju ke arah Cikini [padahal sudah terbayang betapa asyiknya perjalanan bebas hambatan menuju bandara].
Meeting berakhir dengan setumpuk tugas baru. Saat itu sudah pukul setengah tiga sore [bayangkan betapa mengepulnya kepala]. Berlanjut meeting dengan kolega hingga maghrib. Berlanjut diskusi dengan boss hingga jauh malam. Rencana bertemu teman2 akhirnya diundur.
“Jadwal QC hari Selasa-Rabu saja. All day.”
>>SELASA
Niat ke CGK pagi2 harus dibelokkan dulu ke induk perusahaan di Fatmawati. Nyasar. Sebenarnya cuma salah kaprah aja, dikira rute Kuningan-Warung Buncit akan lebih lancar dari rute Sudirman-Panglima Polim. Ternyata oh ternyata…
Dapat PR bikin rancangan denah ruangan kantor baru pakai Visio, kalo bisa pakai Autocad, dan secepatnya dikumpulkan. Seumur2 blm pernah pake Visio, apalagi Autocad, dan hari ini saya harus inspeksi seharian di bandara. Great!
Keluar Fatmawati saat lunch break. Tau sendiri macetnya seperti apa. Jam 2 baru kesampaian makan siang di daerah Blok M. Akhirnya kita memutuskan kembali ke Cikini.
“Tak apalah.Gw bisa belajar Visio dulu di kantor. Kita bisa QC hari Rabu-Kamis aja. All day.”
Sampai kantor sedang ada network problem. Dan Visio belum ter-install di komputer saya…
>>RABU
Baru saja start komputer ketika ada panggilan mendadak untuk meeting bersama para petinggi Angkasa Pura II di CGK. Hurry! Hurry!
Manusia berencana, Tuhan menentukan. We’re totally stuck in traffic jam. Ada Panther salto di tengah jalan tol. Saya menatap keluar jendela mobil. Pikiran saya sedang memproses rancangan denah untuk kantor baru. Pasrah deh...
Beruntung boss sudah ada di sana duluan. Toh kami baru dapat bertemu setelah meeting usai. Langsung survey space kosong untuk kantor perwakilan. Langsung meeting lagi dengan Schipol untuk proyek VIP lounge.
Setengah hari tersisa kami sempatkan untuk mengontrol Terminal A-B-C sekaligus meeting dengan pejabat Terminal Inspection Section. Saya terkena sindrom penyakit mulut & kaki: mulut kering karena kebanyakan meeting, dan kaki super-gempor karena inspeksi keliling bersepatu pantofel.
Malamnya kesampaian juga bertemu teman2 di Plangi.
“So, mau lanjut kemana kita?”
“Sorry guys, I can’t. Gw masih ada kunjungan bandara besok pagi. All day.”
>>KAMIS
Rush in time menyelesaikan rancangan denah pakai Visio. Lewat pukul dua siang baru bisa keluar makan siang. Hujan.
"Keburu gak ke CGK sekarang?"
"Please deh, gak akan. Besok aja. All day."
>>JUMAT
Pagi tenang. Everything under control, dan tim QC akhirnya jadi berangkat ke CGK. Kecuali saya :(
At the very last minute saya dapat panggilan mendadak [again???] untuk berada di lokasi kantor baru di Senayan.
"I'll catch you up later!" saya meyakinkan tim sebelum berpisah padahal saya sendiri tidak yakin.
Okay, here I am. Senayan. Nobody's showed up. Meneliti kondisi tiap lantai hingga puncak menara. Hmm.. good spot for photography. Break for Friday prayer. Orang-orang mulai datang. Ttd instalasi listrik. Serah terima kunci. Mencocokkan rancangan denah dengan lokasi.
Akhirnya boss mengajak lunch sambil mengoreksi rancangan denah. Pukul 4 sore beliau melirik arlojinya. "Mau ke bandara ya? Gak akan sempat."
Menjelang pukul 6 saya memutuskan untuk mudik ke Bogor saat itu juga.
Seorang anggota tim QC melaporkan kondisi lapangan yang gak beres.
"Jadi kapan jadwal QC ke CGK lagi?"
"Senin-Selasa depan. All day."
GUBRAK!
Whatz In A Name?
That's what Shakespeare once said.
Whatz In A Number?
That's what Peter Pan denied.
...yayaya...whatever they say-lah! Btw, talk about name and number (in this case: AGE) reminds me of someone old enough in number but practically young enough in appearance. ME :)
menjadi tua dan menjadi dewasa adalah beda; umur menjadikan kita tua tapi belum tentu menjadikan kita dewasa; saya lebih suka bersikap tidak tua, dengan pola pikir dewasa, daripada bersikap tua dengan pola pikir tua ;)
Seorang rekan pernah menegur kelakuan saya. "Behave!" Hanya karena sewaktu mendengar musik yang upbeat kemudian saya menggoyangkan badan. Hanya karena tawa saya lepas terbahak2. Hanya karena saya punya nama2 panggilan yang funky. Hanya karena saya lebih suka jalan2, ngaprak, hunting, napak tilas, dan semacamnya. Just because I feel more comfy in casual wear rather than formal suit. Saya lebih pede pake sneakers daripada sepatu kulit hitam berkilauan. Rambut saya spiky...
Tapi tak ada yang bisa mengubah kita selain diri kita sendiri. Saya sudah coba bersikap layaknya a mature gentleman, tapi hasilnya saya malah jadi kaku, and I'm not happy at all! In and out! Saya pernah coba mengubah gaya rambut, dan rekan yang lain malah protes, "Tua banget sih lo, jelek tau!"
...yayaya...whatever they say-lah! Dimanapun ada pro & kontra. Atas & bawah. Yin & Yang. Hidup & mati. Well, look at the bright side, at least my friends want to keep me on the track (I'd rather say: on my own track :)). Bagaimanapun saya, selama itu tidak mengganggu hajat hidup orang banyak, nusa, bangsa, dan agama--well, I am what I am!
Satu yang penting, keep your Peter Pan spirit inside. Coz it makes your day!
Recent Comments